Hermeneutika, Metodologi Penafsiran Yang Merusak Islam

Diantara cara orientalis merusak islam adalah dimasukkannya metodologi penafsiran hermeneutika[1] dalam menafsirkan AL-Qur’an. Awalnya, hermeneutika digunakan untuk pengembangan metodologi yang dapat memandu penafsiran kitab Injil. Tapi sekarang metodologi ini melalui tangan-tangan orientalis, telah dimasukkan dalam intervensi penafsiran A-Qur’an. Hermeneutika berkembang pesat dibeberapa pusat kajian dibeberapa perguruan tinggi Islam, terutama di Indonesia. Sejumlah perguruan tinggi Islam sudah menjadikan hermeneutika sebagai mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa. Banyak para pemikir muslim yang beranggapan bahwa metode hermeneutika ini adalah solusi terbaik dalam penafsiran Al-Qur’an untuk saat ini karena dinilai relevan dengan perkembangan zaman, yaitu dengan memaknai Al-Qur’an sesuai dengan keadaan yang ada. Padahal kalau kita cermati, metode hermeneutika ini bermula dari tiga masalah besar dalam penafsiran bible. Pertama, ketidakyakinan tentang kesahihan teks-teks tersebut oleh para ahli dalam bidang itu sejak dari awal karena tidak adanya bukti materiel teks-teks yang paling awal. Kedua, ketiadaan tradisi mutawatir dan ijma’. Ketiga, tidak adanya sekelompok manusia yang menghafal teks yang telah hilang itu[2]. Dari ketiga permasalahan ini, maka seharusnya umat islam tidak seenaknya mengambil metodologi penafsiran di luar islam tanpa memperhatikan latar belakang metode tersebut. Banyak para ulama islam yang telah membantu merumuskan metode penafsiran Al-Qur’an yang sesuai dengan syariat islam yang dengan penafsiran tersebut mereka mampu menciptakan peradaban islam yang unggul.


[1] Adian Husaini dan Abdurrohman Al Baghdadi, Hermeneutika dan Tafsir Al Qur’an: The New Encyclopedia Britannica menulis bahwa hermeneutika adalah study prinsip-prinsip general tentang interpretasi Bibel (The study of the general principle of biblical interpretation)

[2] Adian Husaini dan Abdurrohman Al Baghdadi, Hermeneutika dan Tafsir Al Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2007), hlm.43.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: