Memberi Makna Lebaran pada Anak

Lebaran atau Idul fitri, seringkali hanya menjadi ritual orang dewasa. Kekhusyukan atau kesyahduan berlebaran lebih banyak dirasakan oleh mereka yang sudah aqil baligh (dewasa secara agama). Idul fitri yang mengandung makna sebagai sebuah hari kembalinya kefitrahan manusia, hanya dipahami dan termaknai secara baik oleh mereka yang telah memiliki kemampuan pemahaman (nalar) yang tinggi. Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa Idul fitri yang merupakan ‘penutup’ dari rangkaian ibadah saum (puasa), adalah sebuah rangkaian ibadah dalam agama Islam, yang kerap menjadi tumpuan dan harapan setiap Muslim dewasa. Hal yang paling diimpikan dari orang muslim dewasa dari Idul fitri ini adalah ketercapaian keinginannya menjadi manusia bak seorang bayi yang baru lahir, yaitu menjadi orang yang suci-bersih.

Di luar kelompok orang tersebut, secara jelas bahwa ada anak yang dibawah usia aqil baligh, yaitu anak-anak usia dini. Bagi kelompok anak-anak usia dini atau anak-anak yang masih belajar di pendidikan prasekolah dan pendidikan dasar, Lebaran kurang dapat mencapai makna yang sejati. Bahkan, kita sangat yakin mereka tidak tahu arti Idul fitri dan kefitrahan manusia seperti bayi yang baru lahir. Ber-Lebaran, bagi mereka adalah suasana hari yang tidak lebih dari kesan ‘selebritis’ semata. Arti selebritis di sini bukan kesannya mirip kesan para artis melainkan makna Lebaran bagi anak-anak kita yang masih berada di tingkat usia pendidikan pra-sekolah maupun di tingkat pendidikan dasar, lebih banyak memahami dan memaknai Lebaran sebagai pesta sosial, yang penuh keceriaan, gelak tawa, penuh makanan, dan ramai.

Bahkan, untuk tahun-tahun yang lalu, berlebaran adalah bermain petasan, kembang api, dan makan ketupat, serta makan kari ayam. Dari pengalaman seperti itu, maka nilai perayaannya (celebrite) lebih menonjol, dibandingkan dengan nilai kesyahduannya Lebaran sebagai hari fitri.

Pertanyaan kita saat ini, adalah bagaimana ikhtiar kita, baik sebagai seorang kakak, seorang ayah, atau seorang ibu dapat membantu memberikan makna Lebaran yang berharga bagi adik-adik kita yang masih lucu-lucu ini? Bagaimana usaha kita untuk memaknakan Lebaran sebagai hari suci kepada anak usia dini?

Bila kita lupa untuk merenungkan pertanyaan ini, maka sinyalemen di awal tulisan akan semakin terbukti, yaitu anak-anak kita yang kecil, akan lebih memaknai Lebaran hanya sekadar sebuah pesta sosial belaka dan mereka kurang menemukan makna Lebaran yang lebih mendalam, lebih cocok untuk pengembangan pribadinya, dibandingkan dengan memaknai Lebaran sebagai pesta sosial belaka. Oleh karena itu, mau tidak mau, dengan kemampuan yang ada, dan lingkungan sosial yang kita miliki masing-masing, kita memiliki kewajiban memberikan lingkungan pembelajaran sosial kepada anak usia dini, mengenai ber-Lebaran, sehingga anak kita mampu mengangkat ‘denyut’ makna hari suci.

Perlu ditegaskan di sini bahwa memang benar anak di usia dini, tidak mesti dan bahkan jangan sekali-kali memberikan beban pembelajaran yang tidak patut untuk diberikan kepadanya. Oleh karena itu, anak di usia dini tidak boleh dibebani dengan muatan kepentingan yang aneh-aneh. Dengan kata lain, kalau memang anak-anak kita baru mampu memahami Lebaran sebagai sebuah pesta kebahagiaan, biarkanlah mereka pahami seperti apa adanya. Jika bagi mereka makna Lebaran itu adalah makan ketupat, biarkanlah berkembang seperti itu adanya. Sebab, jika mereka diceramahi tentang makna Lebaran, terlebih lagi diceramahi dengan dalil agama atau kajian ilmiah, mereka akan semakin bengong, bingung dan tidak menyukai datangnya Lebaran.

Hal yang paling penting bagi kita saat ini, adalah memberikan suasana lingkungan Lebaran, sebagai bagian dari usaha sadar orang tua dalam membimbing dan membina tahapan perkembangan anak-anak. Inilah poin penting, dan kesadaran penting yang perlu kita garis bawahi dengan benar. Kita tidak mungkin merubah pesta sosial Lebaran anak-anak. Yang akan kita lakukan, adalah memberikan sentuhan pembelajaran atau sentuhan edukatif kepada anak-anak yang sedang merayakan pesta Lebaran.

Merujuk pada pemahaman seperti itu, dapat dijelaskan kembali bahwa anak usia dini adalah anak usia dini. Mereka bukan anak dewasa yang bisa dijejali dengan sejumlah informasi atau materi pembelajaran yang berat. Karena secara psikologi, bermain -bagi seorang anak usia dini– merupakan salah satu tugas dalam tahap perkembangannya. Dengan bermain atau metode permainan itu pula, kematangan dan kedewasaan anak kita akan berkembang secara normal dan optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, bagi kita atau orang tua hal yang paling penting itu adalah menciptakan lingkungan sosial sebagai lingkungan belajar yang penuh suasana psikologis yang menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan psikologinya. Usaha ini adalah usaha yang relevan dan sangat mendukung untuk membangun lingkungan pendidikan di rumah bagi anak-anak di usia dini.

Sekadar contoh

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan pengalaman spiritual dan pengalaman sosial kepada anak usia dini. Dalam hal ini, kata kunci dalam usaha memaknakan Lebaran kepada anak usia ini, adalah memberikan pengalaman nyata kepada anak didik. Usaha memberikan pengalaman nyata, merupakan usaha yang sangat penting bagi penciptaan lingkungan anak usia ini. Bahkan, dapat dikatakan bahwa memaknakan Lebaran kepada anak usia dini, bukanlah dengan cara menceramahi, atau berdiskusi dengan anak usia dini mengenai makna Lebaran, melainkan memberikan pengalaman spiritual atau pengalaman sosial kepada anak didik, mengenai suasana Lebaran.

Pemberian pengalaman nyata ini, dapat dilakukan ketika salat Idulfitri, bersilaturahmi dengan orang tua, sanak saudara, tetangga, atau berziarah ke makam. Rangkaian Lebaran tersebut, merupakan rangkaian sosial yang strategis dan penting untuk meningkatkan penghayatan anak-anak terhadap Lebaran.

Dalam usaha memberikan pengalaman Lebaran ini, kadangkala banyak yang khilaf. Ada beberapa ibu muda (atau ibu yang sudah tua dan mempunyai banyak anak) kerap kali merasa malas untuk mengajak anaknya berjalan-jalan bersilaturahmi ke sanak saudara. Andai pun dirinya mau melakukan silaturahmi, anaknya kerapkali ditinggalkan di pembaringannya.

Hal yang kedua, seorang ibu atau bapak, juga kakak-kakaknya, perlu lebih banyak memberikan ruang partisipasi anak usia dini untuk mengetahui seluk-beluk atau apa yang ada di sekitar dirinya, ketika dia mengalami dan menjalani rangkaian kegiatan Lebaran. Orang yang lebih dewasa, dituntut untuk banyak bercerita, menceritakan apa yang sedang terjadi, atau apa yang sedang dilakukan. Sehingga, anak kita ini bukan hanya mengalami dan menjalani rangkaian berLebaran, tetapi juga mengetahui mengenai apa yang dilakukannya.

Untuk sekadar contoh, ketika kita bersilaturahmi ke nenek-kakek, seorang ibu atau siapa pun, perlu menceritakan siapa dan mengapa bersilaturahmi ke orang tua. Ini penting, selain memberikan pembinaan mental dan pengetahuan tentang akhlakul karimah (adab yang baik) juga memberikan pengetahuan, mengenai alasan pentingnya mengunjungi ke orang tua. Sudah barang tentu, memang bahasa yang digunakannya bukanlah bahasa seorang kiai dalam menjelaskan makna shilaturahmi, atau penjelasan seorang guru dalam menerangkan ciri-ciri anak soleh kepada orang tua. Bahasa yang digunakan, sudah barang tentu adalah bahasa yang ringan, sederhana yang sesuai dengan suasana Lebaran saat itu.

Ketika berziarah pun, orang tua banyak yang malas untuk bercerita mengenai ‘silsilah keluarga’. Baik ketika di makam, maupun ketika sudah sampai ke rumah, para orang tua tidak banyak yang suka menceritakan silsilah keluarga. Padahal, usaha baceo-nya orang tua ketika berziarah, dapat menumbuhkan kesadaran bersaudara, baik dengan nenek-moyangnya, maupun dengan sanak saudara yang hari (mungkin) masih berjauhan. Dengan usaha menceritakan silsilah keluarga ini, maka anak-anak tidak akan mengalami ‘pareumeun obor’ mengenai kadangwargi-nya. Dengan kata lain, ziarah kubur bukan hanya bermanfaat untuk menyadarkan seseorang akan ‘hari esok’ (persiapan kematian), melainkan dapat dijadikan untuk usaha ishlah atau mengurai ulang jalinan persaudaraan atau kekerabatan sanak saudara.

Refleksi akhir

Memberikan pengalaman nyata dan mengajak berdialog anak usia dini, merupakan sebuah upaya meningkatkan partisipasi psikologi anak-anak dalam memahami dan memaknai kejadian hidup atau perilaku dirinya. Baik di lingkungan keluarga, persekolahan maupun di masyarakat, seorang anak perlu diajak untuk mampu menunjukkan partisipasi psikologisnya dalam memahami dan memaknai hidup.

Sekali lagi perlu dikemukakan bahwa kerap kali, orang tua banyak yang khilaf terhadap pentingnya pempartisipasian anak-anak dalam berLebaran. Orang tua banyak yang membiarkan anak-anaknya untuk berLebaran dengan gayanya masing-masing, misalnya bermain petasan atau nonton TV belaka. Sementara usaha untuk berziarah ke makam, atau shilaturahmi ke tetangga dan sanak saudara, lebih banyak dilakukan oleh orang dewasa. Anak-anak mereka lebih banyak dibiarkan dalam suasana hidupnya sendiri.

Alangkah lebih baiknya, para orang tua membawa anak-anaknya untuk berkunjung ke sanak saudara, atau karib kerabat. Bahkan, akan lebih baik lagi, bila mereka bertemu dengan anak-anak yang seusianya, kemudian mereka berinteraksi dengan suasana keanak-anakan. Pertemuan antar anak-anak tersebut, akan bermanfaat bagi proses pendidikan sosial. Bahkan, lebih jauhnya lagi, pertemuan antar anak dalam suasana Lebaran ini, berpotensi sebagai bagian dari proses peningkatan kecerdasan emosional anak didik. Karena dengan bertemu dengan anak seusianya, maka setiap anak akan merasakan ‘suasana hidup’ Lebaran yang lebih bermakna.

Merujuk terhadap gejala seperti itu, dapat dikatakan bahwa hari raya Lebaran, pada dasarnya merupakan momentum yang tepat bagi orang tua untuk memberikan pembelajaran kecerdasan emosional kepada anak-anaknya. Sehingga, anak-anak ini benar-benar menjadi homo socius atau makhluk yang mampu memahami diri sekaligus mampu bermasyarakat dengan lingkungannya.

Dengan memahami uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahwa suasana Lebaran pada dasarnya sangat potensial sebagai ‘pesta sosial’ yang dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran, pembinaan dan pembangunan karakter (character building) bagi anak-anak kita, sehingga memiliki kematangan belajar yang bisa dipercepat, dan mampu menunjukkan kematangan hidupnya. Hal yang terpenting bagi orang tua, adalah memberikan ruang pengalaman nyata, baik dengan berkomunikasi maupun dengan pempartisipasian anak dalam berbagai kegiatan Lebaran, sehingga anak memiliki pengalaman berLebaran secara psikologis, kognisi dan sosial. Semakin banyak pengalaman berLebaran anak, maka akan semakin mendukung pada usaha pemaknaan Lebaran pada anak usia dini. Semakin jarang dan jauh, dari pengalaman berLebaran, maka anak-anak hanya akan mampu menangkap Lebaran sebagai pesta petasan, dan makan ketupat. Tidak lebih dari itu.

Leave a comment »

FENOMENA BRAINWASHING

Berbagai kasus menarik akhir-akhir ini sering dikaitkan dengan ‘Brain Washing’. Sebenarnya ada fenomena apakah dibalik proses yang katanya ‘pencucian otak’ itu. Apakah memang benar hal itu adalah proses ‘pencucian otak?’

Untuk memulainya, marilah kita mengingat kembali peristiwa yang terjadi dalam dua pecan terakhir. Pertama, Kasus Lian Febriani yang diduga sebagai korban pencucian otak (brainwashing), terutama semenjak dia ditemukan linglung di suatu Masjid di Puncak setelah menghilang selama 4 hari. Saat ditemukan 4 hari kemudian, Lian mengenakan jilbab bercadar dan menginap di Masjid Ata’awwun Puncak, Bogor, seorang diri. Takmir Masjid menjadi curiga pada perempuan ini, karena diajukan berbagai pertanyaan padanya , seperti “Siapa Nama Ibumu?” dan lain-lain, selalu dijawab “Tidak tahu “ dan “Lupa”. Setelah dipancing-pancing dengan angka-angka, ia bisa mengingat nomer telpon suaminya. Saat suaminya datang, dan dipertemukannya, ia sama sekali tidak mengenalnya, bahkan tidak kenal pula pada anaknya sendiri. Jelas-jelas ia mengalami fenomena amnesia berat (amnesia : lupa pada memori-memori kehidupan).

Kedua, kasus ‘penculikan’ yang konon katanya mengatasnamakan kelompok aliran islam ekstremis tertentu dalam melakukan rekruitmen anggotanya. Dikatakan dalam mempengaruhi perilaku calon anggotanya itu, mereka menggunakan teknik ‘brain washing’. Hal ini diperkuat oleh pemberitaan di media yang menampilkan penuturan salah satu korban, bahwa ada upaya ‘pencucian otak’ dengan cara-cara tertentu dan sistemis.

Hemat saya, sebenarnya, kasus Lian dan ‘penculikan’ oleh kelompok tertentu ini belum jelas dan masih diliputi kabut misteri, sebab ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada diri Lian dan para korban penculikan. Apa benar Lian ini merupakan korban brainwashing alias cuci otak? Perlu dilakukan upaya forensik, dengan cara melakukan terapi untuk mengembalikan kondisi amnesia ini ke normal terlebih dahulu, sehingga kita tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Jadi kita tidak akan berspekulasi apa yang terjadi pada Lian dan korban lainnya sebelum upaya ini dilakukan.

Secara umum, kasus-kasus orang yang lupa (amnesia) dan menjadi ‘tidak wajar’, bisa saja disebabkan oleh berbagai hal, antara lain kemungkinan penyebabnya :

Pertama, amnesia karena sebab fisik, misal kecelakaan atau kebentur sesuatu, sehingga mungkin terjadi “hubungan pendek” diantara memory yang tersimpan di dalam syaraf otak. Untuk point pertama ini, dokter dan ahli syaraf lebih bisa menjelaskan dengan baik dan benar.

Kedua, amnesia karena tekanan psikologis seperti stress, banyak pikiran, bingung mempelajari ilmu yang mengandung filsafat ‘terlalu tinggi’, tidak kuat mengalami tekanan hidup, dan sebagainya. Pada saat bingung ini, lantas yang bersangkutan melakukan ‘identifikasi diri’ dengan suatu keyakinan. Mungkin akibat yang dia pelajari dari suatu sumber. Ini sering berkaitan dengan yang disebut waham atau delusi.

Ketiga, amnesia karena dilakukan brainwashing dengan sengaja. Ini yang paling menimbulkan horor dan misteri bagi masyarakat.

Nah, untuk kali ini pembahasan akan lebih menitikberatkan pada amnesia karena brain washing. Ada berbagai kemungkinan kenapa orang mengalami brainwashing, antara lain :

Pertama, rekrutmen suatu Cult / Sekte Agama atau untuk Kelompok Militan tertentu. Umumnya mereka melakukan dengan cara membuat orang kecewa pada kehidupan saat ini, menunjukkan bahwa budaya dan jaman sudah terlalu bejat, terlalu berdosa dan sebagainya. Kekecewaan ini akan diutilisasi untuk proses brainwashing berikutnya. Untuk memisahkan diri dengan MASA KINI dah hidup di MASA DEPAN, maka umumnya mereka akan diberi identitas baru.

Kedua, fitnah ke kelompok lain. Melakukan brainwashing dengan cara dilakukan seolah  dari kelompok lain tertentu. Biasanya keanehan akan muncul dari banyaknya “bukti kebetulan” yang bertebaran di sekitar si korban. Lantas bukti ini semuanya akan menyorot ke arah tertentu yang sangat jelas.

Ketiga, mengalami sial sebagai akibat orang iseng yang nyoba-nyoba ilmu brainwashing. Ini mungkin sekali terjadi, mengingat ilmu-imu semacam ini beredar bebas di internet, dan mungkin jatuh ke tangan orang iseng yang tidak bertanggung jawab.

Yang menarik adalah, fenomena ini sudah mendapatkan banyak sekali komentar yang penuh keyakinan, bahwa kasus Lian dan korban lainnya ini adalah akibat ini ataupun itu. Silahkan Anda cermati di Twitter, Facebook, dan media internet, yang menuliskan seolah sudah terbukti bahwa kasus Lian ini adalah upaya rekrutmen dari kelompok Islam ekstrim tertentu. Eksposisi ini kadang dituliskan terang-terangan, maupun secara implikatif dalam kalimatnya. Disinilah kita perlu berhati-hati berkomentar, benarkah ini memang dari aliran Islam tertentu? Atau benarkah ini dari Islam? Atau justru seperti di point ke dua, fitnah kepada Islam atau aliran Islam tertentu, agar bisa dikambinghitamkan atau diberantas? Saya tidak ingin membela siapapun, karena tulisan ini lebih pada kajian brainwashing sebagai salah satu bentuk ekstrim dari manipulasi bawah sadar manusia.

Teknik utama dalam brainwash adalah sesuatu yang sifatnya repetitive dan intensif serta menjangkau emosi yang intens dari seseorang. Akan lebih dipermudah apabila dibantu dengan perangkat tambahan seperti music dengan ketukan 45-72 permenit yang seirama dengan detak jantung manusia, atau dengan ucapan yang memiliki irama 35-60 ketukan permenit. Prinsip tersebut yang kemudian digunakan dalam dunia periklanan dalam mempengaruhi penonton untuk membeli atau memilih sebuah produk. Prinsip ini pula yang digunakan Hitler untuk mendoktrinasi tentara dan masyarakatnya.

Dan, tentu saja aktivitas repetitive lainnya bahkan termasuk shalat dan bacaannya akan menyiapkan otak untuk sebuah proses brainwashing. Mengapa shalat bisa menyiapkan otak secara tepat untuk terjadinya proses brainwashing, karena kondisi yang paling gampang memasukkan program baru ke dalam otak adalah kondisi alpha. Kondisi alpha akan sangat mudah tercapai dalam situasi tenang dan relaks. Dan shalat sama halnya dengan kondisi hypnosis lain dapat menciptakan situasi ini. Celakanya, apabila dalam subconscious atau pun conscious manusia terdapat banyak emosi menyakitkan (emosi intens) yang telah di-repress, maka dalam kondisi alpha ini pun bisa muncul kembali ke permukaan conscious mind.

Sehingga, ketika subconscious mind belum tertangani dengan baik, maka stimulus yang mirip akan diasosiaskan dengan pengalaman yang tidak disadarinya itu. Atau bisa juga karena pengkondisian akan superego mengenai moral baik dan buruk. Sebagai contoh, seseorang yang dulunya pernah mengalami pelecehan seksual sewaktu kecil dan defense mechanism dari sistem ego secara otomatis memilih proses repress yang sama sekali tidak disadari sehingga terlupakan ketika dewasa, apabila suatu saat mendapat stimuli yang dianggap mirip ditambah dia seringkali melatih diri untuk berada dalam kondisi alpha tersebut, maka dia akan menyebut peristiwa yang dialaminya sama dengan pengalaman sebelumnya. Di sini, akhirnya kita perlu melihat apakah pengalaman yang dianggap sebagai pelecehan seksual adalah sebuah proses brainwashing melalui sebuah metode pengkondisian atau justru sebaliknya pengkondisian ini membuat pengalaman masa lalu muncul kembali sehingga timbullah suatu proses yang disebut delusi “menginterpretasikan pengalaman secara keliru dari kenyataannya”

Jika memang benar ini merupakan brainwashing, dan efeknya belum terlalu dalam, kadang hal seperti ini bisa berangsur pulih dengan sendirinya, sejalan familiarisasi dengan orang-orang, benda-benda, dan kata-kata yang memiliki ikatan emosi dengannya. Karena memori selama 26 tahun, tentunya masih memiliki jejak yang kuat, hanya mungkin sudah dibolak-balik dan sempat amburadul.

Jadi, cara terbaik memulihkan amnesia semacam ini, tidak dengan cara mengisolasi si korban, namun justru dibawa dalam lingkungan yang dia familier dengannya.  Pertemuan korban dengan berbagai hal yang ia familier akan bisa memicu memorinya, kisah-kisah kehidupan, foto-foto, video, benda kesayangan, panggilan unik, dan lain-lain.

Dengan menggunakan pendekatan hypnotherapy, upaya di atas bisa dilakukan dengan lebih baik, khususnya melalui pola age regression khusus yang aman dan terkontrol serta membangun jaring-jaring pengaman emosi untuk menghindari abreaction yang tidak perlu. Ahli-ahli hypnotherapy akan punya banyak cara untuk membantu proses pemulihan amnesia ini dengan cara-cara yang kreatif dan aman.

Untuk kasus yang amat berat, tidak ada janji akan pulih dengan cepat. Memang terkadang bisa saja recovery terjadi cepat dan mudah, namun bisa pula perlu waktu, karena terkadang upaya ini baru akan membuahkan hasil apabila kita berhasil menemukan suatu keyword yang dapat meng-undo proses pengrusakan memory yang dilakukan oleh pelaku. Mirip dengan upaya mencari password yang hilang. Di dunia software Anda pasti pernah dengar beredar software password recovery, yang dapat mengungkap ulang suatu password yang hilang /terlupakan. Nah, pola kerjanya mirip seperti itu. Sekali ketmu suatu password yang bisa mengenali memory tertentu, maka dari sini bisa bergerak perlahan untuk mengungkap memory yang lain.

Jadi, sambil Anda mencermati dengan semakin baik apa yang saya maksudkan diatas, saya akan akhiri tulisan ini dengan tips-tips menghindari upaya brainwashing atau perusakan memori diluar kehendak Anda.

Pertama, sebelum perasaan atau reaksi, berpedomanlah pada nilai-nilai personal, sosial atau universal yang sudah ditanam sejak kecil. Kita perlu berlatih untuk menjadikan ajaran, prinsip, atau nilai-nilai sebagai penggerak tindakan. Jangan melulu menuruti perasaan reaktif, pemahaman benar sendiri, atau kepentingan pribadi atau kelompok, meski ini terkadang tetap harus kita lakukan sebagai bukti bahwa kita bukan robot.

Kedua, berlatih menjadi orang yang toleran dan fleksibel. Tak berarti kalau kita keras dan anti toleransi itu kuat. Seringkali malah mudah patah ketika dihadapkan pada problem atau kenyataan. Kalau tidak patah, kita bisa membabi buta. Misalnya kita keras terhadap pemahaman keagamaan tertentu. Jika kerasnya itu melebihi batas, mungkin kita malah akan melanggar nilai-nilai agama. Supaya kita bisa toleran dan fleksibel, latihannya adalah memperluas dan mem-variatifkan pergaulan agar gesekan terjadi.

Ketiga, terbuka, tidak pernah fanatik terhadap pemikiran, konsep, sistem, atau paradigma berpikir yang lahir dari proses kreatif manusia. Kita hanya perlu fanatik pada nilai etika universal, semacam kejujuran, tanggungjawab, dan semisalnya, yang jumlahnya sedikit. Hasil proses kreatif manusia itu perlu kita gunakan sebagai referensi atau alat yang kita pilih untuk menghadapi keadaan tertentu yang bisa berubah kapan saja.

Banyak aksi kekerasan yang berlatar belakang paham agama karena pelakunya gagal membedakan mana yang wahyu dan mana yang hasil “proses kreatif” pemimpin agamanya. Fanatik terhadap konsep manajemen profesor anu, malah membuat kita tidak bernilai manajemen. Fanatik terhadap sistem demokrasi malah membuat kita tidak bernilai demokrasi. Fanatisme yang salah membuat kita sengsara sendiri.

Keempat, memperkuat logika hidup, dalam arti gunakan otak secara kritis dan analitis. Ini hanya bisa dilatih ketika kita semakin tersambung hubungan kita dengan diri sendiri, misalnya kita tahu apa tujuan kita, jalur hidup kita, nilai-nilai kita, orang yang pas untuk kita, apa yang kita perjuangkan, masalah kita, dan seterusnya.  Jika kita blank terhadap diri sendiri, logika hidup kita gampang jebol atau gampang larut.

Kelima, berani mengatakan “TIDAK” pada ajakan, himbauan, saran, nasehat, pendekatan yang oleh akal sehat kita aneh, yang ciri-cirinya sudah kita singgung di muka.

Semoga dapat membantu mencegah Anda untuk terjebak dalam hal-hal yang tidak Anda . Saya tidak akan menyimpulkan apapun. Saya hanya ingin memberikan sebuah quote dari seorang psikolog kontemporer dan pakar pikiran, Milton H. Erickson yang banyak melakukan penelitian antara psikologi dan hypnotherapy. “Don’t believe everything you think”. Dalam artikelnya yang dimuat di American Psychological Association journal dia menyatakan sebagai berikut, “Psychology has traditionally viewed religious or meditative experience as separate from consciousness. Instead, Rosch holds that the field ought to study such experience “to challenge our image of what normal everyday consciousness itself may be.” In her view, consciousness is a limited way of knowing, while meditation-induced “awareness” is a broader, wiser way of knowing–a sort of expanded consciousness”.

Leave a comment »

PEDULI AUTISME, MENSYUKURI NIKMAT SANG PENCIPTA


 

 

 

 

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak autis itu mencapai usia tiga tahun.Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak autis tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif. Mari peduli autisme dari sekarang!!

Anak itu berjalan terlena digandeng oleh ibunya, anak berusia kurang lebih 12 tahun itu pun mulai tersenyum kecil melihat banyak orang di kawasan Monas Jakarta. Ya, perubahan mimik mukanya sudah mulai terlihat sejak ia memasuki kawasan depan Istana itu. Wah! Apalagi nanti kalau ia sudah sampai di tempat tujuan ya, mungkin anak itu akan ceria secerah pelangi. Hari itu, bakal banyak teman-temannya yang datang dan mereka akan berjalan bersama di pagi hari nan cerah itu.

Benar saja dugaanku, anak itu, sebut saja namanya Alia, segera bereaksi setelah melihat dan disapa oleh sebagian besar orang yang datang dalam sebuah acara jalan pagi bersama. Suaranya pun sudah mulai terdengar senang. Ia mulai bertepuk tangan, dan … hoop! dia pun mencoba berlari. Sebuah aksi yang membuat kaget ibunya, tapi dengan sigap wanita setengah baya itu pun segera menangkap tubuh ananda tercinta. Apa yang ingin dilakukan Alia? Apakah ia ingin berlari-lari seperti kebanyakan kawan-kawannya di sana? Atau ia ingin bertegur sapa dan berbagi cerita seperti juga beberapa kawannya?

Oh, ternyata kali ini dugaanku salah. Alia hanya berdiri dan segera bergoyang. Ya! Dia berjoget mengikuti irama musik yang memang sedari tadi diputar keras oleh panitia. Wajahnya ceria sekali, bergoyang sambil bertepuk tangan, juga bersuara. Wajah ibunda pun dihiasi senyum tulus, setulus orang-orang dewasa yang tertarik perhatiannya karena aksi Alia itu. Mereka pun mendekat dan menegur Alia, sambil ikut juga berjoget.

Setiap orang yang menegur, tidak ada reaksi dari Alia. Tapi bagi setiap orang yang berjoget, Alia pun berteriak senang ke arah mereka. Alhasil, beberapa orang dewasa bahkan sejumlah anak-anak (kawan Alia) pun ikut bergerak badan seiring irama musik. Segar sekali, senang sekali dan riang pula!

* * *

 

 

 

Alia sombong? Alia tak punya sopan santun? Alia aneh? Ah, jauh-jauhlah pikiran dan pertanyaan itu dari benak orang yang ada di sana waktu itu (juga dari Anda yang membaca tulisan ini). Lalu mengapa Alia tak mau membalas teguran orang-orang dewasa di sana? Lalu mengapa Alia meneriaki orang-orang yang berjoget?

Itu semua karena kelebihan yang dimiliki Alia. Sebuah kelebihan yang berada di spektrum Autistik. Ya, Alia adalah anak dengan Autisme, satu dari sekian banyak anak dengan gangguan perkembangan yang ada di Indonesia. Alia punya dunianya sendiri, dan barang siapa punya frekuensi sama dengannya, maka Alia pun akan segera nyambung, dengan apapun caranya. Dalam hal ini, Alia menggunakan bahasa gerakan atau goyangan tubuhnya yang menandakan dia sedang bergembira. Nah, kalau ia melihat ada orang-orang yang juga bergembira sepertinya, Alia akan segera berteriak seolah ia ingin berkata, “Hai! Selamat pagi! Apa kabar? Senang yaaa…

* * *

 

 

 

 

Dari sudut dunia kesehatan, Autisme dikatakan bukan penyakit dan tidak menular. Autisme hanya sebuah gangguan perkembangan yang berada di sepanjang spektrum Autistik. Bisa dikatakan masing-masing anak memiliki kadar Autisme yang berbeda, dan tentunya mesti mendapatkan perlakuan yang berbeda pula. Hingga kini, hampir semua orang mempertanyakan apa itu Autisme. Mengapa ada anak-anak yang seolah memiliki dunia mereka sendiri sehingga mengganggu interaksi dengan orang lain?

Istilah Autis sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti ‘di dalam diri sendiri’. Gangguan ini pertama kali dikenali oleh seorang ilmuwan bernama Leo Kanner pada tahun 1943. Hingga kini, dunia kedokteran/kesehatan masih belum bisa menegakkan secara pas, apa penyebab dan bagaimana pola penanganan anak-anak Autis. Namun fakta bahwa dalam 100 anak terdapat 1 anak Autis merupakan fakta yang tak terbantahkan di seluruh dunia. Mereka banyak dan mereka nyata ada di sekitar kita, dan yang paling penting, mereka butuh pendampingan yang memadai. Untuk apa? Tentunya untuk mengarahkan potensi yang ada dalam diri mereka. Seorang ahli pernah berkata, “Untuk Autisme, anak-anak bukan disembuhkan, tapi diarahkan dan dikembangkan potensi mereka

Sementara itu, di dunia pendidikan, telah sekian lama pemerintah telah mengupayakan pembangunan Sekolah Luar Biasa alias SLB untuk anak-anak Autis yang memang berada di spektrum bermasalah. Salah satu contoh, sama sekali tidak bisa berinteraksi dan atau memiliki pola interaksi yang berbeda dengan anak seusia. Namun itu ternyata tidak cukup, mengingat spektrum Autistik yang memang sangat luas dan panjang. Ini mengharuskan pemerintah memperhatikan juga anak-anak Autis di spektrum yang lain. Nah, untuk itu, sejak 7 tahun lalu, pemerintah telah mengembangkan program sekolah inklusi. Sebuah program yang menggabungkan anak-anak Autis dengan anak-anak seusia mereka di sekolah formal yang sudah ada. Misalnya ada sebuah SD negeri yang dibuat inklusi oleh pemerintah. Bagaimana cara? Ya, dengan menambah materi ajar, juga menambah dan membekali para pengajar, juga menambah fasilitas yang ada, sehingga anak-anak Autis pun mempunyai kesempatan yang sama seperti anak seusia mereka.

Hingga kini, baru ada 200 sekolah inklusi yang tersebar di seluruh nusantara. Ini tentu masih dirasa kurang melihat jumlah anak Autis yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan sebarannya pun meluas. Untuk itu, pemerintah berkomitmen untuk menembus angka 1000 sekolah inklusi di tahun 2014. Sebuah target yang dipasang untuk mengejar ketertinggalan bangsa ini dalam menangani masalah Autisme, bila dibandingkan dengan negara-negara lain.

Autisme bukan penyakit dan tidak menular. Slogan ini disampaikan untuk menanggapi reaksi para orangtua murid yang enggan atau bahkan tidak membiarkan anak-anak mereka bergaul dengan anak Autis. Mereka kira, anak-anak mereka bakal tertular dan ikut berpola laku seperti anak Autis. Padahal tidak sama sekali dan anggapan itu bahkan bisa berakibat fatal bagi anak-anak bangsa dengan Autisme. Justru dengan pergaulan yang inklusif, anak-anak Autis bisa dengan baik mengembangkan potensi mereka. Hingga kini sudah banyak hasil yang dilihat dari program inklusi ini, mulai dari keberhasilan sejumlah anak-anak Autis menembus perguruan tinggi negeri favorit, hingga kesuksesan mereka meraih gelar master di luar negeri. Suatu pencapaian yang luar biasa bukan?

* * *

 

 

 

Tapi, satu hal yang terasa masih kurang ada di negeri yang kabarnya penuh dengan nuansa ramah tamah ini. Hal tersebut adalah rasa simpati dan rasa kepedulian antar sesama. Seorang kawan yang menjadi relawan Autisme pernah berkata, “Ah jangankan peduli Autisme yang bukan penyakit, anak-anak yang jelas-jelas sakit pun, tidak….” Pernyataan ini mengacu pada ketidakpedulian masyarakat terhadap anak-anak yang sakit kanker misalnya. Ah, apakah sudah sedemikian jauh?

Tanpa berburuk sangka terhadap bangsa sendiri, kita mesti mengerti benar apa dan bagaimana ketidakpedulian itu bisa terbentuk di kalangan masyarakat. Apakah karena pola hidup yang penuh persaingan nan padat dan ketat setiap harinya? Sehingga ini menyita seluruh perhatian masyarakat Indonesia, dan cuma satu hal yang dipedulikan: Bertahan Hidup! Atau apakah karena ketidaktahuan mereka atas informasi mengenai masalah-masalah tadi (Autisme dan Kanker Anak misalnya)? Sehingga boro-boro peduli, apa itu Autisme saja masih gagap…

Tapi, satu hal yang mesti diperhatikan adalah, apalagi kita tidak tahu satu hal, jangan pakai istilah yang kita sendiri tidak paham benar untuk sekedar guyonan. Misalnya, menyebut seseorang kawan yang sangat berkonsentrasi dengan bukunya sehingga tak membalas sapaan kita, lalu kita sebut ia sebagai ‘Autis’. Ah, sebuah guyonan yang tak lucu! Karena Autisme bukan bahan lelucon. Autisme adalah pemberian Sang Khalik kepada manusia yang menyandangnya. Kurang lebih sama seperti warna kulit kita, model helai rambut kita, yang memang sudah dari sononya seperti itu. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan apa yang ada dalam diri kita itu untuk kebaikan bersama, bukan?

Jadi, apabila kita memang benar-benar peduli terhadap Autisme, segeralah mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi terkait gangguan perkembangan anak tersebut. Lalu kenali anak-anak Autis lebih jauh dan terima mereka apa adanya. Dengan tidak menggunakan kata ‘Autis’ sebagai bahan guyonan, itu sudah langkah positif yang kita lakukan untuk mendukung keberadaan anak-anak seperti Alia di sekitar kita. Ingat, peduli autis, berarti kita juga mensyukuri nikmat dari Sang Maha Pencipta.

Salam Peduli!

 

Leave a comment »

TERAPI MEMAAFKAN NAN LUAR BIASA

Sering yang menjadi problem berat kita adalah kemauan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Berat ringannya kemauan memaafkan itu terkait dengan besar kecilnya rasa kesal, atau dendam kita terhadap seseorang. Semakin dalam rasa kekesalan, kebencian, dan permusuhan kita pada seseorang, maka semakin berat kita untuk memaafkan.

Secara psikologis, yang mendapatkan keuntungan dari sikap memaafkan orang itu yang pertama adalah pihak yang memaafkan, bukan yang dimaafkan. Secara psikologis, bukankah benci itu suatu beban yang memberatkan kita? Rasa benci itu juga bagaikan luka. Bila kebencian kita pelihara, sama saja kita memelihara luka diri. Dan bila kebencian telah berubah menjadi dendam yang menuntut balas, maka luka itu semakin kita perdalam dan semakin perih kita rasakan sebelum dendam terlaksana. Namun ketika dendam telah terlaksana, benarkah luka atau beban yang berat dipikul kemana-man tadi akan hilang? Pengalaman mengatakan: “tidak”, dan permusuhan akan meningkat, yang berarti semakin dalam kita menyayat kulit hati yang telah luka dan perih tadi. Semakin sakit, khan?

Jadi, bukankah memafkan itu sesungguhnya suatu terapi jitu untuk kesehatan kita? Begitu kita memafkan orang, maka beban berkurang, luka membaik. Dan bila benci serta dendam telah hilang sam sekali dari hati kita, maka betapa sehat dan ringannya kita menjalani hidup ini.

Menurut Harun Yahya Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkanbagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.

Jadi, kalau kita ingin sehat jadilah pribadi pemaaf.

Apabila kita sudah terkondisi saling memaafkan, maka suasana psikologis kita menjadi bersih, kembali asal fitrahnya yang memang bersih, ikhlash, dan lugas bagaikan bayi.

Betapa indahnya prilaku bayi yang baru lahir. Apapun yang dilakukan serba indah dan alami. Orang tua tak akan marah meskipun sang bayi kencing sewaktu digendong. Mengapa begitu? Ada perasaan tulus, ikhlash, dan segala perbuatannya serba lugas. Hati terbebas rasa benci, selalu bersikap mencintai dan penuh maaf.

Lalu, bagaimana cara kita memaafkan orang lain?

Mudah sekali.. Anda hanya perlu membayangkan semua kesalahan yang orang tersebut lakukan kepada Anda. Kemudian ikhlas dan serahkan perasaan negatif tersebut hanya kepada Allah sembari berkata;

Ya Allah, maafkan aku bila aku masih mempunyai perasaan marah ini kepada ….(subjek yang membuat kita marah) karena… (perbuatan atau hal-hal yang membuat kita marah), padahal aku tahu sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemaaf dan Maha Pemurah

Ya Allah meskipun aku masih merasa marah, aku tetap ikhlaskan dan pasrahkan perasaanku ini kepada Mu

Lakukan hal tersebut dengan khusu, penuh konsentrasi dan yakinlah bahwa semua perasaan negatif itu akan hilang dan teratasi sekarang dan sekaligus.

Mulai saat inilah tidak ada kata terlambat bagi kita untuk selalu introspeksi diri, sejauh mana dada dan hati kita memaafkan kesalahan orang lain atau meminta maaf atas segala kesalahan kita. Hindari sikap egoisme dalam diri yang membuat setiap manusia lupa akan hakikat jati dirinya. Karena manusia yang besar adalah manusia yang dapat mengendalikan hawa nafsunya, tidak mudah marah, lapang dada dan hatinya, serta selalu mementingkan manfaat bagi orang banyak.

Betapa indahnya kalau saja hidup dan pergaulan kita bertaburan cinta kasih yang tulus. Tiada dendam, benci, …..yang ada hanyalah ketulusan cinta.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat..

sumber: http://klinikhati.posterous.com

Leave a comment »

Takut? Yuk Kita Atasi..

PERNAH merasa takut?  Pastinya benar. Apalagi jika rasa takut itu sudah menguasai diri begitu dalam dan berlebihan, rasanya ingin melepaskan rasa takut itu. Namun, bingung bagaimana caranya. Sebenarnya ketakutan merupakan suatu yang wajar bagi manusia. Namun semua rasa takut yang ada dihadapan Anda sebenarnya bisa diatasi. Kuncinya hanya satu, ada kemauan. Oleh karena itu jika kemauan untuk melawan rasa takut itu sudah besar maka segala ketakutan yang ada dihadapan Anda bisa diatasi sehingga Anda bebas untuk beraktivitas.

Sebenarnya apa sih yang menimbulkan rasa takut? Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Berikut penjelasannya.

Takut Kehilangan Cinta. Ketika pasangan sudah mulai merasa cemburu dalam suatu hubungan kekasih atau ketika masing-masing pasangan mulai mencari kesalahan sehingga ada yang merasa sakit hati maka hal tersebut bisa menyebabkan pasangan Anda akan beralih ke orang lain.

Kurangnya kepercayaan antara Anda dan kekasih adalah dasar alasan Anda takut kehilangan dia. Sebenarnya ketidakpercayaan karena merasa takut kehilangan. Berbohong adalah faktor penting yang menyebabkan rasa takut akan kehilangan cinta.

Untuk mengatasi hal tersebut adalah membangun kepercayaan. Anda harus tegas dan menghindari berprasangka buruk terhadap kekasih. Cara terbaik untuk menghilangkan rasa takut kehilangan kekasih adalah mencegah masuknya pikiran non logis masuk dalam wilayah logis. Cobalah Anda selalu berpikiran positif tentang kekasih maka semua rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya.

Claustrophobia. Claustrophobia adalah takut terhadap ruang tertutup. Perasaan takut ini dipicu oleh keadaan tertentu ketika terperangkap di ruang yang terbatas. Anak yang terperangkap dalam ruang yang terbatas dan tertutup dapat menyebabkan perkembangan claustrophobia.  Misal, terjebak di lift dapat membuat satu efek terhadap claustrophobia.

Berdasarkan riset claustrophobia terjadi karena pengalaman buruk yang membuat selalu gelisah di dalam ruang tertutup. Pikiran dalam ruang tertutup itu kemudian dikaitkan dengan ketakutan sehingga menyebabkan badan bisa menggigil, bergetar atau pingsan.

Untuk mengatasinya yang pertama adalah harus dipisahkan perasaan takut dengan ruang tertutup. Selain itu bisa dengan hypnotherapy, non-linguistik dan obat-obatan dalam perawatan untuk penderita terhadap ruang tertutup. Melihat banjir adalah salah satu cara untuk mengatasi ketakutan terhadap ruang tertutup.

Takut kegelapan: Dikenal sebagai Achluophobia atau Nyctophobia, yakni takut terhadap kegelapan. Gejala penderitanya adalah bernapas cepat, denyut jantung tak beraturan, berkeringat dan mual. Takut ini sangat berdampak pada kualitas hidup seseorang. Seperti ketakutan pada yang lain, takut akan kegelapan adalah mekanisme perlindungan dari pikiran bawah sadar.

IstimewaUntuk penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup panjang  dan melibatkan terpapar kegelapan. Tapi saat ini ada satu penemuan berupa obat yang dapat membantu dan menghapus akan perasaan takut terhadap kegelapan. Yang yang pasti untuk mengatasi perasaan takut terhadap kegelapan ini adalah dari diri pribadi Anda.

Demophobia: Demophobia adalah takut terhadap suatu kelompok. Hal ini ditandai dengan gejala seperti sesak nafas, pusing, berkeringat, gelisah dan ketidakmampuan untuk berpikir dan berbicara. Sebagian besar penderita akan mengalami panik adanya pemikiran adanya pembaruan satu kelompok.

Ketika kelompok masyarakat muncul sebagai kelompok berbahaya, jelas ada reaksi dari kedua penderita. Tidak itu saja, demophobia juga sangat takut terhadap keramaian. Terapi untuk mengatasinya adalah dengan terapi energi. Terapi energi merupakan cabang baru dalam psikologi yang berkaitan dengan sistem energi tubuh.

Berdasarkan penelitian bahwa beberapa emosi negatif berhubungan dengan sistem energi tubuh. Oleh karena itu untuk mengatasinya dengan energi sehingga bisa melawan perasaan takut itu sendiri.

Takut dikritik: Kritik adalah salah satu dasar manusia untuk bisa melangkah lebih maju lagi. Tapi pada kenyataannya justru banyak orang yang takut terhadap kritikan itu sendiri. Takut akan kritik merupakan salah satu dasar ketakutan dan salah satu yang paling sering dialami setiap orang. Takut dari kritikan diwujudkan dengan menghindari percakapan, pergeseran dari mata dan rendah diri.

Cara yang terbaik untuk mengatasinya adalah harus belajar untuk mengambil kritikan secara positif dan menggunakannya untuk meningkatkan kepribadian Anda. Mempertimbangkan kritik sebagai sarana yang lebih baik dan bekerja dengan yakin. Sikap yakin ini adalah untuk membantu Anda untuk menyingkirkan takut terhadap kritikan.

Takut mati. Takut mati dikenal sebagai Thantophobia. Ada teori agama yang menceritakan tentang kehidupan setelah kematian dan apa yang terjadi setelah meninggal dunia. Kematian tetap menjadi kenyataan dan waktunya tidak menentu.

Oleh karena itu takut akan kematian adalah satu cara untuk mencegah agar kita selalu sehat dan menjaga kesehatan. Mengubah pola pikir dengan berperilaku membantu orang lain akan  menghilangkan perasaan terhadap takut kematian. Thantophobia juga dapat disembuhkan oleh Hypnotherapy.

Terlepas dari ketakutan diatas, ada juga perasaan takut yang terus menghantui yakni takut miskin, takut tua dan takut penyakit. Cara terbaik untuk menghilangkan perasaan takut itu adalah dari diri kita. Oleh karena itu lawan sehingga kita bisa hidup senang.

So, bila Anda ingin berkonsultasi mengenai perasaan takut Anda, silakan kirim ke klinikhati@yahoo.com

Leave a comment »

Film Porno Bisa Merusak Otak?

Nonton film porno memang mengasyikkan karena kita bisa menyaksikan berbagai adegan blue yang membuat kita terangsang, tapi menonton film porno justru akan membuat otak kita menjadi rusak. Kerusakan pada otak ini bukan tanpa alasan. Karena berdasarkan temuan ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD, dengan menonton film porno akan menjadikan adiksi (kecanduan) sehingga mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik akan mengecil.

“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton.

Menonton film porno juga dapat menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

“Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain,”

Sebenarnya ada 12 fatamorgana tentang pornografi yang terlanjur tercipta secara tidak sengaja oleh otak :

1. Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi.

Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan. Kekuatan tersembunyi  di balik pornografi akan menunjukkan dirinya pada saat orang yang sudah terlibat berusaha menghentikan kebiasaannya. Tanpa bantuan, biasanya orang itu tidak berdaya untuk lepas.

Bahayanya jika film porno ditonton sejak kecil

2. Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.

3. Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya.

Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.

4. Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Maaf, Masturbasi/onani adalah contohnya. Ini adalah tindakan pemenuhan nafsu pribadi yang bisa membuat seseorang sulit menerima dan memberi cinta yang sebenarnya pada orang lain. Pornografi biasanya membuat orang kecanduan masturbasi/onani.

5. Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.

6. Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.

7. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya.

Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’. Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian.

8. Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.

9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual.

Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.

10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong.

Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.

11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius.

Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Pornografi membawa kekuatan jahat yang akan mengontrol dan mendominasi pemirsanya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam. Nilai moral yang benar makin lama makn pudar, sehingga timbul standar ganda yang membingungkan.

12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.

Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
a. Kebebasan seksual = kebahagiaan
b. Penyimpangan seksual = normal
c. Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual = hal yang benar dan wajar
d. Setiap hari masturbasi = sehat
e. Pornografi = tidak menyakiti siapapun
f. Bintang porno = orang paling bahagia di dunia

Sedemikian dahsyatnya bahaya pornografi bagi pertumbuhan otak. Lalu, relakah otak kita yang luar biasa ini menjadi rusak hanya karena pornografi?

Leave a comment »

Sekilas Tentang Hypnoteraphy

Hipnoterapi adalah terapi pikiran yang dilakukan dalam kondisi hipnosis. Sedangkan hipnosis adalah kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai relaksasi tubuh. Dalam kondisi hipnosis, pikiran Anda menjadi lebih terbuka terhadap perubahan.

Banyak orang mengira hipnosis itu sama dengan tidur. Perlu Anda pahami bahwa kondisi hipnosis adalah kondisi alamiah. Tidak ada yang aneh ketika Anda memasuki kondisi hipnosis. Tubuh Anda akan rileks dan pikiran Anda menjadi tenang. Namun hipnosis tidak sama dengan tidur atau pingsan.

Dalam kondisi hipnosis, Anda tetap mendengar suara kami dengan jelas dan Anda menyadari keberadaan Anda. Sekali lagi kami jelaskan, kami tidak akan membuat Anda tidak sadar atau tertidur. Kami tidak ingin Anda tidur atau pingsan. Karena kami butuh kesadaran Anda untuk menjalani proses terapi.

Mungkin nanti ketika kami membimbing Anda menuju kondisi hipnosis, kami akan menggunakan kata “tidur” dalam sugesti kami. Yang kami maksud bukanlah tidur seperti yang Anda lakukan setiap malam. Maksud kami adalah meminta Anda untuk merilekskan tubuh dan pikiran Anda.

Sekali lagi, hipnosis bukan tidur. Hipnosis adalah kondisi relaksasi tubuh dan pikiran. Keberhasilan hipnoterapi membutuhkan kerjasama Anda. Selama proses hipnosis, Anda harus membuka pikiran Anda untuk menerima dan mengikuti instruksi dari kami. Kami ingin Anda bersikap pasrah dan terbuka terhadap proses terapi ini. Penting untuk Anda ketahui bahwa kami tidak akan menguasai pikiran Anda. Kendali penuh atas diri Anda tetap berada pada diri Anda sendiri dan kami berperan sebagai pemandu saja. Seandainya pikiran Anda adalah mobil, maka Anda adalah pengemudinya dan kami adalah penunjuk jalannya. Kami tahu jalan menuju solusi dari masalah Anda. Jika Anda mau mengikuti petunjuk kami, kami tahu Anda akan sampai di tujuan Anda. Namun kami tidak bisa memaksa Anda untuk mengikuti petunjuk kami. Maka dari itu, Anda harus membuka pikiran Anda untuk mengikuti proses terapi. Kami tidak bisa memaksa diri Anda untuk berubah. Meskipun Anda dalam kondisi hipnosis, kontrol penuh atas diri Anda tetap ada di tangan Anda sendiri. Semua hypnotherapist, termasuk kami, tidak akan pernah menguasai pikiran Anda. Namun jika Anda mau menerima sugesti kami dengan sepenuh hati, kami tahu solusi yang pasti bagi masalah Anda. Jika Anda mau mengikuti instruksi kami dengan pikiran terbuka, kami bisa membantu Anda meraih tujuan Anda dengan cepat. Agar hasil dari hipnoterapi ini maksimal, ada satu hal penting yang harus Anda perhatikan. Kapanpun kami memberi sugesti yang baik untuk Anda, maka kami ingin Anda menerimanya sepenuh hati. Kami ingin Anda membuka diri Anda dan bersikap optimis agar sugesti yang kami berikan efeknya maksimal untuk diri Anda. Dan ketika kami membimbing Anda untuk menjalani suatu proses terapi, kami ingin Anda mengikutinya dengan sepenuh hati.

Dalam hati, mungkin sekarang Anda bertanya. Benarkah hipnosis tidak bisa digunakan untuk memaksa orang lain? Bagaimana dengan kejahatan hipnotis yang sering diberitakan di koran?

Justru inilah kesalahpahaman yang ingin kami jelaskan kepada Anda. Bahwa yang diberitakan di media masa mengenai kejahatan hipnotis kenyataannya bukanlah hipnosis. Kalau ditelusuri, kejadiannya maka modus sebenarnya adalah pembiusan atau penipuan, bukan hipnosis.

Namun karena ketidaktahuan masyarakat, kasus pembiusan dan penipuan itu dipercaya sebagai hipnotis. Jika barang berharga diambil ketika korban tertidur setelah diberi obat tidur yang dicampur di minuman atau makanan, itu bukanlah hipnosis. Namun kasus semacam ini sering diberitakan sebagai hipnosis karena ketidaktahuan masyarakat atau disengaja oleh wartawan yang menulis berita itu dengan tujuan memunculkan sensasi.

Orang yang tertipu mentah-mentah, sering kali mengaku dihipnotis untuk menutupi kebodohannya. Karena jika dia mengaku telah menjadi korban penipuan, dia akan dianggap bodoh oleh keluarga dan orang-orang disekitarnya. Oleh karena itu, agar dia tidak disalahkan dan tidak dianggap bodoh, dia mengaku dihipnotis.

Dari penjelasan ini, kami harap Anda bisa memahami bahwa berita di media masa tentang kejahatan hipnotis adalah berita yang tidak bisa dipercaya. Lalu bagaimana dengan pesulap di televisi yang tampaknya bisa menguasai orang lain dengan hipnosis? – Jika Anda melihat proses shooting pertunjukan hipnosis di Televisi, maka Anda akan tahu bahwa seseorang yang akan dihipnotis adalah orang yang dari awal sudah bersedia dihipnotis dan bersedia tampil dalam acara Televisi. Mereka tahu kalau akan dihipnotis dan tahu dirinya sedang disorot kamera. Dari awal mereka sudah bersedia mengikuti perintah sang ahli hipnotis. Mereka pun sudah tahu bahwa mungkin mereka akan “dipermainkan” apabila mereka mau dihipnotis. Namun karena mereka ingin masuk televisi atau karena ingin mencoba rasanya dihipnotis atau karena ingin imbalan setelah ikut permainan hipnosis, maka mereka bersedia “dipermainkan”.

Jadi kenyataannya, seorang ahli hipnosis tidaklah menguasai orang lain yang dihipnotisnya, karena seorang ahli hipnosis hanya bisa menghipnotis orang yang mau dihipnotis dan mau dipermainkan. Kadang seorang dalam seorang ahli hipnosis pertunjukkan juga menggunakan seorang figuran yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Sekarang kita bahas cara kerja hipnoterapi. Pikiran Anda sangat mirip dengan komputer. Anda bisa memasang suatu program pada suatu komputer dan apabila Anda tidak membutuhkan program itu lagi, Anda bisa menghapusnya. Kadang, tanpa Anda sengaja, komputer Anda bisa juga terkena program negatif yang kita kenal dengan “virus komputer”.

Pikiran Anda juga begitu. Ketika Anda masih bayi, pikiran Anda diibaratkan seperti komputer baru dan belum dipasangi program apapun. Kemudian Anda mulai mendengar, melihat dan merasakan segala sesuatu yang ada disekitar Anda. Saat itulah pikiran Anda mulai terprogram. Pikiran Anda, dengan sengaja atau tidak, telah diprogram oleh orang-orang di sekitar Anda dan lingkungan Anda. Segala informasi yang masuk ke pikiran Anda dan semua pengalaman hidup yang sudah Anda lalui memprogram Anda hingga menjadi seperti sekarang ini. Apa yang sering Anda katakan pada diri sendiri juga merupakan program yang akan menjadi kenyataan bagi diri Anda sendiri. Apa yang Anda terima dari lingkungan dan apa yang sering Anda katakan pada diri sendiri membentuk sebuah program kebiasaan, perasaan, persepsi atau keyakinan yang menjadi dasar dalam hidup Anda. Dan kita tahu bahwa tidak semua yang kita terima dari lingkungan kita adalah baik. Kadang tanpa kita kehendaki kita pun mendapatkan pengalaman buruk sehingga menimbulkan “virus pikiran” yang selalu menggangu kita. Sekarang, dengan pikiran Anda yang sudah dewasa, Anda bisa memilih untuk hanya menerima program yang baik dari lingkungan Anda.

Namun, dulu ketika Anda masih kecil, Anda belum punya kemampuan untuk menolak pemrograman dari orang-orang di sekitar Anda. Anda menerima begitu saja apa yang Anda lihat atau dengar. Pada masa anak-anak itulah biasanya suatu program negatif mulai tertanam di pikiran Anda. Masalah-masalah yang Anda alami sekarang, bisa jadi merupakan efek dari program negatif yang tertanam sejak kecil dan program itu menjadi semaki kuat seiring bertambahnya usia Anda.

Hipnoterapi berkerja sebagai alat untuk menghapus program-program negatif atau virus dalam pikiran Anda sekaligus memasang program-program positif yang akan membuat Anda lebih baik dari sebelumnya. Dengan hipnoterapi, Anda bisa menghilangkan segala hal buruk yang ingin Anda hilangkan dari pikiran, perasaan dan perilaku Anda. Dengan hipnoterapi, Anda juga bisa menanamkan pikiran, perasaan dan perilaku baru yang baik untuk kemajuan hidup Anda.

Namun kami perlu jelaskan disini. Hipnoterapi tidak sama dengan hipnosis permainan yang kadang Anda lihat di televisi. Di televisi, Anda mungkin pernah melihat seorang ahli hipnosis seolah-olah bisa mengubah perilaku orang lain dengan seketika dan kemudian menormalkannya kembali dalam sekejap.

Hipnoterapi tidak berlangsung seperti pertunjukan hipnosis yang Anda lihat di Televisi. Perlu Anda pahami juga bahwa acara hipnosis yang ada di Televisi hanyalah hiburan semata, seperti halnya film dan sinetron. Untuk tujuan hiburan, berpura-pura adalah hal yang wajar. Jadi jangan bandingkan hipnoterapi dengan hipnosis yang Anda lihat di Televisi. Perbedaannya seperti kenyataan dan khayalan. Jika Anda berharap kami bisa mengubah diri Anda dalam sekejap seperti sulap, maka Anda telah mempercayai khayalan. Namun jika Anda mau bekerjasama dengan kami untuk mengatasi masalah Anda, maka itulah cara kerja hipnoterapi yang sesungguhnya.

Banyak orang mengatakan bahwa hipnoterapi adalah cara cepat untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Namun jangan bayangkan hipnoterapi bisa mengubah Anda dalam waktu sedetik seperti pesulap mengubah merpati menjadi kelinci dalam sekejap mata. Hipnoterapi merupakan metode yang tercepat apabila dibandingkan dengan metode psikoterapi konvensional.

Misalnya dalam psikoterapi konvensional membutuhkan paling tidak 12 kali pertemuan untuk menyembuhkan fobia dan trauma, sedangkan dengan hipnoterapi kita hanya butuh 1 sampai 2 kali pertemuan saja untuk mengatasi fobia dan trauma sampai tuntas.

Dalam hipnoterapi Anda tidak hanya duduk diam dan mendengarkan sugesti kami. Ketika hipnoterapi berlangsung, Anda akan kami ajak berdiskusi untuk menyelesaikan masalah yang Anda hadapi. Hipnoterapi yang kami lakukan bukan untuk supaya Anda melakukan sesuatu sesesuai keinginan kami, melainkan agar Anda bisa mencapai keinginan Anda sendiri. Kami tidak akan membuat Anda tidak berdaya. Malah sebaliknya, kami akan membimbing Anda supaya Anda bisa menggunakan kekuatan pikiran Anda sendiri untuk menyelesaikan masalah Anda atau untuk meraih tujuan Anda.

Agar Anda lebih memahami efektivitas hipnoterapi, ada baiknya jika Anda memahami pikiran Anda. Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa Anda hanya punya satu pikiran. Sebenarnya, pikiran Anda terdiri dari tiga bagian, yaitu Pikiran Sadar, Bawah Sadar dan Tidak Sadar.

Pikiran Tidak Sadar adalah pikiran yang mengoperasikan tubuh Anda secara otomatis. Detak jantung, reproduksi sel, penyembuhan luka, sirkulasi darah dan sistem otomatis lainnya dikerjakan oleh Pikiran Tidak Sadar. Pikiran Tidak Sadar selalu aktif, meskipun Anda tertidur pulas. Selanjutnya, Pikiran Bawah Sadar yang merupakan bagian pikiran yang sangat dominan dan sering kali mengendalikan diri Anda. Pikiran Bawah Sadar memuat kebiasaan, dorongan perasaan, keyakinan, persepsi, dan memori permanen. Menurut seorang tokoh psikologi, Sigmund Freud, tindakan manusia sebagian besar berdasarkan program-program yang tertanam di Pikiran Bawah Sadarnya, bukan berdasarkan logikanya. Pikiran Bawah Sadar adalah tempat penyimpanan semua memori dan program-program pikiran Anda. Program apapun yang ada di Pikiran Bawah Sadar Anda, akan selalu menjadi dasar bagi tindakan Anda. Kemudian, Pikiran Sadar adalah bagian pikiran Anda yang selalu bersifat logis dan rasional. Dengan berpikir logis dan rasional, Anda bisa menciptakan kehendak atau keinginan untuk berubah. Namun ternyata kehendak saja tidak cukup untuk mewujudkan perubahan yang permanen, karena kehendak Pikiran Sadar selalu kalah apabila bertentangan dengan program yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar.

Contoh mudahnya adalah perokok. Secara rasional dan logis, hampir semua perokok tahu bahwa rokok adalah kegiatan yang merugikan diri sendiri. Para perokok sebenarnya juga punya kehendak untuk berhenti merokok. Namun kehendak itu tidak pernah menang melawan kebiasaan merokok yang sudah menahun. Kebiasaan merokok merupakan sebuah program yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar. Inilah bukti nyata bahwa program yang tertanam di Pikiran Bawah Sadar selalu lebih kuat efeknya daripada kehendak Pikiran Sadar. Tujuan dari hipnoterapi adalah menghapus atau menanamkan program di Pikiran Bawah Sadar supaya perubahan yang Anda alami berlangsung dari dalam diri Anda sendiri.

Dengan mengubah program yang ada di Bawah Sadar Anda, maka Anda tidak perlu susah payah memaksa diri Anda untuk berubah. Misalnya Anda ingin menurunkan berat badan. Dengan hipnoterapi, Anda tidak perlu susah payah menahan keinginan untuk makan. Pikiran Bawah Sadar Anda bisa diberi program agar supaya Anda merasa kenyang dengan makanan yang sedikit dan tetap merasa kenyang sampai tiba waktu makan. Dengan begitu, Anda tidak merasa tersiksa meskipun makan cuma sedikit.

Kesimpulannya, hipnoterapi merupakan sebuah metode yang bisa mengubah program di pusat kendali dalam diri Anda. Yang kami maksud pusat kendali adalah Pikiran Bawah Sadar.

Hipnoterapi merupakan terapi yang langsung berurusan dengan sumber segala masalah pribadi, yaitu Pikiran Bawah Sadar. Karena hipnoterapi langsung mengatasi akar masalahnya, maka perubahan yang terjadi melalui hipnoterapi adalah permanen.

Misalnya Anda punya sakit maag karena asam lambung Anda tinggi. Tingginya asam lambung disebabkan oleh rasa kecemasan. Jika Anda hanya minum obat, maka itu hanya menyembuhkan sementara. Dengan hipnoterapi, kecemasan Anda dihilangkan sehingga sakit maag tidak akan muncul untuk selamanya.

Hipnoterapi adalah metode yang luar biasa. Namun apakah semua orang bisa menikmati manfaat hipnoterapi? Dengan kata lain, apakah semua orang bisa memasuki kondisi hipnosis? Jika Anda percaya hanya orang tertentu saja yang bisa memasuki kondisi hipnosis, maka Anda telah mempercayai konsep yang keliru. Sebenarnya semua orang normal, termasuk Anda, bisa memasuki kondisi hipnosis dengan mudah asalkan Anda bersedia mengikuti instruksi kami dengan senang hati dan tidak takut terhadap proses hipnosis.

Satu-satunya penghambat dalam proses hipnosis adalah rasa takut yang disebabkan oleh kesalahpahaman terhadap hipnosis. Banyak orang menganggap bahwa orang yang bisa dihipnotis adalah orang yang bodoh atau lemah pikirannya. Ini adalah anggapan yang salah.

Kenyataannya, hipnoterapi hanya cocok diterapkan kepada orang yang memenuhi kriteria berikut ini:

1. Sudah memahami bahasa dan bisa diajak komunikasi dengan lancar.

2. Bersedia mengikuti hipnoterapi atas keinginan sendiri, bukan paksaan.

3. Bisa mengikuti instruksi atau arahan dari hypnotherapist.

Seseorang hanya bisa dihipnotis apabila orang tersebut cukup cerdas dalam mengikuti instruksi. Hipnosis tidak bisa diterapkan kepada orang gila, idiot, orang tuli, atau anak kecil yang belum bisa berkomunikasi dengan lancar. Semakin cerdas seseorang semakin mudah memasuki kondisi hipnosis. Jika Anda sudah pernah mengikuti hipnoterapi di tempat lain dan hypnotherapist Anda yang dulu mengatakan bahwa Anda adalah orang yang sulit dihipnotis, maka itu menandakan hypnotherapist Anda perlu belajar lagi. Bukan Anda yang tidak bisa dihipnotis, melainkan hypnotherapist yang Anda datangi tidak tahu cara yang tepat untuk membimbing Anda menuju kondisi hipnosis.

Bagi kami, semua klien bisa memasuki kondisi hipnosis yang dalam asalkan dia mau membuka pikirannya, tidak takut dan punya pemahaman yang benar terhadap hipnosis. Sebagian dari Anda juga mungkin bertanya. Apa efek samping hipnosis atau hipnoterapi? Kami perlu jujur kepada Anda bahwa sebenarnya tidak ada efek samping apapun ketika Anda menjalani hipnoterapi. Mungkin Anda takut kehilangan kesadaran, kehilangan ingatan atau takut tidak bisa bangun dari kondisi hipnosis. Namun faktanya, tidak pernah ada orang yang tidak bisa bangun dari hipnosis atau menjadi lemah pikirannya karena hipnosis. Sebaliknya, hipnosis memberi manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh maupun pikiran. Manfaat pasti yang bisa Anda rasakan langsung dari proses hipnosis adalah relaksasi tubuh dan pikiran serta meningkatnya konsentrasi.

Oke. Sebelum Anda menjalani hipnoterapi, kami ingin Anda tahu tahap-tahap apa saja yang akan Anda lalui dalam hipnoterapi. Tahap Pertama, pastinya kami akan meminta Anda menceritakan apa masalah Anda. Biasanya proses ini membutuhkan waktu 5 sampai 10 menit. Kami harap Anda tidak malu-malu dalam menceritakan masalah Anda. Tenang saja, semua yang Anda katakan kepada kami akan menjadi rahasia kami. Tahap kedua adalah kami membimbing Anda untuk merilekskan tubuh dan pikiran. Kondisi hipnosis tidak lain adalah ketika pikiran Anda sangat-sangat rileks dan tenang, sehingga pikiran Anda lebih jernih dan siap menerima sugesti. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit. Tahap ketiga adalah tahap Psikoterapi. Dalam kondisi hipnosis, kami akan melakukan prosedur terapi sesuai dengan masalah Anda. Proses terapi ini berlangsung sekitar 30 menit. Setelah prosedur terapi selesai, maka kami akan meminta Anda untuk membuka mata sebagai tanda bahwa sesi hipnoterapi telah selesai. Tahap keempat adalah tahap observasi, artinya Anda mengamati dan melaporkan kepada kami perubahan apa saja yang sudah terjadi pada diri Anda. Masa observasi ini berlangsung antara 1 sampai 10 hari. Mungkin, dalam benak Anda sekarang muncul pertanyaan “Butuh berapa kali hipnoterapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan permanen?” – Semua itu tergantung masalah Anda, karena setiap masalah pastinya berbeda.

Pengalaman kami, sebagian besar masalah bisa diselesaikan dalam sekali terapi. Namun kadang ada juga masalah yang perlu 2 atau 4 kali terapi. Kami akan berusaha sebaik mungkin supaya masalah Anda bisa diselesaikan dalam sekali terapi. Maka dari itu, kerjasama dari Anda sangat dibutuhkan. Jika Anda mengikuti instruksi kami dengan serius dan sepenuh hati, maka kami yakin, masalah Anda bisa diatasi dengan sangat cepat.

untuk konsultasi mengenai hypnoteraphy silakan hubung:

Ganesya Widya, S.Hum, CH, CHt

ganesya.widya@gmail.com

Comments (2) »